INFO LENGKAP 'Penerimaan Mahasiswa Baru' STIKOM BALI 2014 o>>>

Penipuan Berkedok Undian Hadiah Sinar Mas Muncul di Denpasar



Denpasar  I  Teropongbali.com
Sabtu, 14 Juli 2012 – Penipuan berkedok undian berhadiah kembali marak. Bahkan pelaku semakin nekad dan berani. Satu bukti dengan kejadian yang dialami Komang Desi (16), perempuan bertempat tinggal diseputar Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Ia mendapati lipatan kertas terbungkus plastic tergeletak diteras rumah kediamannya, pada Kamis, 12 Juli 2012, sekitar pukul 20.00 Wita.

“Saya menemukan ini diteras rumah saya, pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita,” ujar Desi, sembari menunjukan dua lembar kerta dan satu mirip kartu kecil bertuliskan gebyar hadiah langsung PT. Sinar Mas Indonesia.

Setiap lembaran kertas itu, awak media ini menyebutkan, dilengkapi lambang Negara RI atau burung Garuda lengkap dengan lima lambang dasar Negara atau Pancasila. Satu lembar kertas warna putih bertuliskan Jakarta, 07 Oktober 2011, PT. Sinar Mas Indonesia yang menerangkan ketentuan wajib yang harus dilengkapi penerima undian hadiah langsung itu.

Dibagian bawah kertas itu, dilengkapi pembubuhan tandatangan serta cap. Masing-masing dari General Menejer PT. Sinar Mas Indonesia, TN. Junaidi Santoso, SE, Kabid Humas Samsat Polda Metro Jaya,  Drs. Boyke Lumowa, MM, Dirjen Pajak Departemen Keuangan RI, Samsul Hidayat, serta Muh. Bachtiar, SH., MH, sebagai Notaris berkedudukan di Jakarta.

Kertas kedua berwarna kuning, bertuliskan Surat Keterangan Kepolisian dengan nomor Pol.SKET/B/04/01/2011/12, tertangal, Jakarta, 4 April 2011 dari Dirlantas Polda Metro Jaya. Dalam surat tertulis bahwa Polda Metro Jaya bertanggung jawab atas penerbitan surat-surat kendaraan yang dimenangkan konsumen PT. Sinar Mas Indonesia yang beruntung dan telah memenuhi syarat. Itu dilengkapi dengan pembubuhan cap dan tandatangan Drs. Royke Lumowa, MM, menurut surat sebagai Dirlantas.

Kertas ketiga, atau yang terlihat mirip kartu kecil itu, bertuliskan PASEO PT. SInar Mas Indonesia, gebyar hadiah langsung. Menyatakan “selamat anda mendapat 1 unit mobil Nissan March”. Bergambar unit mobil warna merah dengan baground tisu dengan segala bentuk hadiah yang diberikan serta bertulsikan Tarik Tisunya Asyik Hadiahnya.

Itu dilengkapi juga dengan pencantuman nomor telpon regular dan seluler, 021-40368625, 0852 17222925. Serta pencantuman kode Pin dengan nomor 887 OL, serta dilengkapi gambar burung garuda pada bagian kiri sudut atas kartu.

Mendapati itu, Desi yang sebagai siswa SMA itu, segera memberitahukan orang tuanya. Kemudian, kata dia, sang ayah menghubungi nomor yang dicantumkan itu kemudian mendapat jawab bahwa benar dirinya mendapatkan hadiah itu.

“Kemudian kami dimintai uang sebesar 6 juta Rupiah. Alasannya, pengganti uang transport untuk pengiriman hadiah,” ujar Desi, saat menirukan ucapan sang ayah yang usai menghubungi pihak PT. SInar Mas Indonesia itu.

Dari permintaan itulah, lanjut Desi, ayahnya tidak merespon apa yang tertulis dalam lembaran kertas yang ia temukan. Bahkan menyruhnya untuk membuang jauh-jauh lembaran kertas itu. “Nih, buang saja,” kata Desi, menirukan kembali ucapan ayahnya.

Untung, keluarga Desi, apalagi ayahnya yang selaku pemandu wisata pada salah satu perusahaan di Denpasar itu tidak terjebak dengan penipuan itu. Penipuan kendati dengan cara-cara pencatutan yang sepintas terlihat resmi mengingat ada pembubuhan apartur terkait semacam pihak Kepolisian dan pejabat Notaris sebagai pengesah kegiatan.

Pasalnya, penipuan berkedok undian seperti yang dijalankan pihak-pihak tidak bertanggung jawab itu bahkan dengan mencatut bebera pejabat terkait telah marak terjadi. Bahkan sejak 2011 atau sejak tanggal yang tercantum dalam lembaran surat yang disebarkan para penipu dengan undian hadiah itu.

Di dunia maya, para bloger ataupun websiter telah banyak mengaplod informasi seputar penipuan tersebut. Dan menghimbau agar pihak-pihak yang mendapat pengalaman serupa tidak terkecoh, apalagi terpedaya oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan jalan “menipu” itu. (Mwn)
TEROPONG BALI ONLINE
Pedoman Pemberitaan Media Siber | Saran | sitemap | | Versi cetak